MENGENAL SEJARAH FIREWALL
Arman (2007) menyatakan bahwa, network firewall yang pertama muncul pada
akhir era 1980-an yaitu berupa perangkat router yang dipakai untuk memisahkan
suatu network menjadi jaringan lokal (LAN) yang lebih kecil, dimana kondisi ini
penggunaan firewall hanya dimaksudkan untuk mengurangi masalah peluberan (spill
over) data dari LAN ke seluruh jaringan untuk mencegah masalah-masalah semacam
error pada manajemen jaringan, atau aplikasi yang terlalu banyak menggunakan
sumber daya meluber ke seluruh jaringan. Penggunaan firewall untuk keperluan
sekuriti (security firewall) pertama kali digunakan pada awal dekade 1990-an,
berupa router IP dengan aturan filter tertentu. Aturan sekuriti saat itu berupa
sesuatu seperti: ijinkan setiap orang “disini” untuk mengakses “ke luar sana”,
juga cegahlah setiap orang (atau apa saja yang tidak disukai) “di luar sana”
untuk masuk “ke sini”. Firewall semacam ini cukup efektif, tetapi memiliki
kemampuan yang terbatas. Seringkali sangat sulit untuk menggunakan aturan
filter secara benar. Sebagai contoh, dalam beberapa kasus terjadi kesulitan
dalam mengenali seluruh bagian dari suatu aplikasi yang dikenakan restriksi.
Dalam kasus lainnya, aturan filter harus dirubah apabila ada perubahan “di luar
sana”.
Firewall generasi selanjutnya lebih fleksibel, yaitu berupa sebuah firewall
yang dibangun pada apa yang disebut “Bastion Host”. Firewall komersial yang
pertama dari tipe ini, yang menggunakan filter dan gateway aplikasi (proxies),
kemungkinan adalah produk dari Digital Equipment Corp (DEC). DEC yang dibangun
berdasarkan firewall korporat DEC. Brian Reid dan tim engineering di
laboratorium sistem jaringan DEC di Pallo Alto adalah pencipta firewall DEC.
Firewall komersial pertama dikonfigurasi untuk, dan dikirimkan kepada pelanggan
pertamanya, sebuah perusahaan kimia besar yang berbasis di pantai timur AS pada
13 Juni 1991. Dalam beberapa bulan kemudian, Marcus Ranum dari Digital Corp.
menciptakan security proxies dan menulis ulang sebagian besar kode program
firewall. Produk firewall tersebut kemudian diproduksi massal dengan nama
dagang DEC SEAL (singkatan dari Security External Access Link). DEC SEAL
tersusun atas sebuah sistem eksternal yang disebut gatekeeper sebagai
satu-satunya sistem yang dapat berhubungan dengan internet, sebuah filtering
gateway yang disebut gate, dan sebuah mailhub internal.
“Bastion Host” adalah sistem/bagian yang dianggap tempat terkuat dalam
sistem keamanan jaringan oleh administrator.atau dapat disebut bagian terdepan
yang dianggap paling kuat dalam menahan serangan, sehingga menjadi bagian
terpenting dalam pengamanan jaringan, biasanya merupakan komponen firewall atau
bagian terluar sistem publik. Umumnya Bastion host akan menggunakan Sistem
operasi yang dapat menangani semua kebutuhan misal : Unix, linux, NT (Muammar
W. K, 2004). Firewall untuk pertama kalinya dilakukan dengan menggunakan
prinsip “non-routing” pada sebuah Unix host yang menggunakan 2 buah network
interface card, network interface card yang pertama di hubungkan ke internet
(jaringan lain) sedangkan yang lainnya dihubungkan ke PC (jaringan
lokal)(dengan catatan tidak terjadi “route” antara kedua network interface card
di PC ini).
Istilah “firewall” sendiri sebenarnya juga dikenal dalam disiplin lain, dan
dalam kenyataannya, istilah ini tidak hanya bersangkutan dengan terminologi
jaringan. Kita juga menggunakan firewall, misalnya untuk memisahkan garasi dari
rumah, atau memisahkan satu apartemen dengan apartemen lainnya. Dalam hal ini,
firewall adalah penahan (barrier) terhadap api yang dimaksudkan untuk
memperlambat penyebaran api seandainya terjadi kebakaran sebelum petugas
pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api. Contoh lain dari firewall juga
bisa ditemui pada kendaran bermotor, dimana firewall memisahkan antara ruang
penumpang dan kompartemen mesin.
Dari istiah diatas, saya dapat memberikan definisi
dimana firewall adalah sebuah pembatas antara suatu jaringan lokal dengan
jaringan lainnya yang sifatnya publik (dapat diakses oleh siapapun) sehingga
setiap data yang masuk dapat diidentifikasi untuk dilakukan penyaringan
sehingga aliran data dapat dikendalikan untuk mencegah bahaya/ancaman yang
datang dari jaringan publik.
.
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar