SISTEM PENGAMANAN MENGGUNAKAN FIREWAL
Pada dasarnya kita manusia memerlukan privasi dimana kita dapat menuangkan
seluruh pemikiran dan ide-ide yang muncul dipikiran kita. Dilihat dari segi
penyerangan banyak jaringan yang terserang karena kurangnya pengawasan.
Berangkat dari Pengetahuan akan jaringan terdapat dua tipe sistem pengamanan
yang dapat dibuat sebagai implementasi dari firewall. Tipe sistem pengamanan
tersebut yaitu Packet Filtering dan Proxy Services.
·
Packet Filtering
Sistem pada paket filtering merupakan sistem yang digunakan untuk
mengontrol keluar, masuknya paket dari antara host yang didalam dan host yang
yang diluar tetapi sistem ini melakukannya secara selektif. Sistem ini dapat
memberikan jalan atau menghalangi paket yang dikirimkan, sistem ini sangat
mengkitalkan arsitektur yang disebut dengan ‘Screened Router’. Router ini
menjadi filter dengan menganalisa bagian kepala dari setiap paket yang
dikirimkan.
Karena bagian kepala dari paket ini berisikan informasi penting yaitu :
·
IP source address.
·
IP destination address.
·
Protocol (dengan melihat apakah
paket tersebut berbentuk TCP, UDP atau ICMP).
·
Port sumber dari TCP atau UDP.
·
Port tujuan dari TCP atau UDP.
·
Tipe pesan dari ICMP.
·
Ukuran dari paket.
Cara Kerja Sistem Packet Filtering ini adalah mengawasi secara individual
dengan melihat melalui router, sedangkan router yang telah dimaksud adalah
sebuah perangkat keras yang dapat berfungsi sebagai sebuah server karena alat
ini harus membuat keputusan untuk me-rout seluruh paket yang diterima. Alat ini
juga harus menentukan seperti apakah pengiriman paket yang telah didapat itu
kepada tujuan yang sebenarnya. Dalam hal ini router tersebut saling
berkomunikasi dengan protokol-protokol untuk me-rout. Protokol yang dimaksudkan
adalah Routing Information Protocol (RIP) atau Open Shortest Path First (OSPF)
yang menghasilkan sebuah table routing. Tabel routing itu menunjukkan kemana
tujuan dari paket yang diterima. Router yang menjadi filter pada packet
filtering dapat menyediakan sebuah choke point (sebuah channel yang sempit yang
sering digunakan untuk dipakai oleh penyerang sistem dan tentu saja dapat
dipantau juga dikontrol oleh kita) untuk semua pengguna yang memasuki dan
meninggalkan network. Karena sistem ini beroperasi ditingkat Network Layer dan
Transport Layer dari tingkatan protokol pada tingkatan pada Transmission
Control Protocol (TCP/IP). Bagian kepala dari network dan transport mengawasi
informasi-informasi berikut:
·
Protokol (IP header, pada network
layer); didalamnya byte 9 mengidentifikasikan protokol dari paket.
·
Source address (IP header, pada
network layer); alamat sumber merupakan alamat IP 32 bit dari host yang
menciptakan oleh paket.
·
Destination address (IP header, pada
network layer); alamat tujuan yang berukuran 32 bit dari host yang menjadi
tujuan dari paket.
·
Source port (TCP atau UDP header,
pada transport layer); pada setiap akhir dari koneksi TCP atau UDP tersambung
dengan sebuah port, Walaupun port-port TCP terpisah dan cukup jauh dari
port-port user datagram protocol (UDP). Port-port yang mempunyai nomor dibawah
1024 diterbalikan karena nomor-nomor ini telah didefinisikan secar khusus,
sedangkan untuk port-port yang bernomor diatas 1024 (inklusif) lebih dikenal
dengan port ephermal. Konfigurasi dari nomor pengalamatan ini diberikan sesuai
dengan pilihan dari vendor.
·
Destination port (TCP atau UDP header,
transport layer); nomor port dari tujuan mengindikasikan port yang dikirimi
paket. Servis yang akan diberikan pada sebuah host dengan mendengarkan port.
Adapun port yang difilter adalah 20/TCP dan 21/TCP untuk koneksi ftp atau data,
23/TCP untuk telnet, 80/TCP untuk http dan 53/TCP untuk zona transfer DNS.
·
Connection status (TCP atau UDP
header, transport layer); status dari koneksi memberitahukan apakah paket yang
dikirim merupakan paket pertama dari sesi di network. Jika paket merupakan
paket pertama maka pada TCP header diberlakukan ‘false’ atau 0 dan untuk
mencegah sebuah host untuk mengadakan koneksi dengan menolak atau membuang
paket yang mempunyai bit set ‘false’ atau 0.
TCP & UDP menggunakan port number ini untuk membedakan pengiriman paket
data ke beberapa aplikasi berbeda yang terletak pada komputer yang sama
(Stiawan, 2008). Pada saat paket data di alamatkan ke tujuan, komputer tujuan
harus mengetahui yang harus dilakukan pada paket tersebut, protocol TCP/IP
menggunakan salah satu dari 65,536 pengelamatan penomeran port. Port number
inilah yang akan membedakan antara satu aplikasi dengan aplikasi lainnya atau
satu protocol dengan protocol lainnya pada saat proses transmisi data antara
sumber dan tujuan. Port number dapat digambarkan pada gambar berikut.
Untuk dapat melewatkan paket data dari sumber ke tujuan pada router
terdapat protocol pengelamatan atau routing protocol yang saling mengupdate
antara satu dengan yang lainya agar dapat melewatkan data sesuai dengan
tujuannya. Di peralatan router layer 3 diperlukan konfigurasi khusus agar paket
data yang masuk dan keluar dapat diatur, Access Control List (ACL) adalah
pengelompokan paket berdasarkan kategori yang mengatur lalu lintas network.
Dengan menggunakan ACL ini kita bisa melakukan filtering dan blocking paket
data yang yang masuk dan keluar dari network atau mengatur akses ke sumber daya
di network (Stiawan, 2008). Contoh sebuah topologi jaringan dengan menggunakan
router dapat ditunjukan oleh gambar berikut.
·
Proxy Services
Proxy memberikan akses internet untuk satu buah host atau host yang dalam
jumlah kecil dengan terlihat seperti menyediakan akses untuk seluruh host kita.
Sebuah proxy server untuk protokol tertentu atau sebuah set dari protokol dapat
dijalankan pada sebuah dual-homed host atau pada bastion host. Pada proxy ini
sangat mendukung arsitektur dari client/server. Clinet/server ini membentuk
sebuah sistem dimana komponen-komponen dari software saling berinteraksi. Dalam
hal ini para klien dapat meminta seluruh kebutuhan dan pelayanan yang dinginkan
dan server menyediakannya. Sistem proxy ini harus mendukung seluruh pelayanan
yang diminta dan diperlukan oleh klien. Karena hal ini maka server harus
mempunyai file server yang sangat besar dan selalu aktif dimana file-file yang
terdapat pada server akan digunakan oleh setiap komputer yang terhubung baik
dalam Lokal Area Network (LAN) ataupun Wide Area Network (WAN). Pada file
server selain dari list yang cukup panjang sebagai database yang dapat
digunakan oleh setiap klien yang akan menggunakan alamat IP yang legal,
terdapat juga file-file untuk aplikasi yang bekerja pada server utama. Proxy
merupakan sistem pengamanan yang memerlukan alamat IP yang jelas dan valid,
karena server yang utama terdapat di internet.
Pada proxy
terdapat empat pendekatan yang akan dilakukan pada sisi klien yang sangat
berperan penting. Pendekatan pendekatan tersebut yaitu :
1) Proxy-aware application software. Dengan
pendekatan ini software harus mengetahui bagaimana untuk membuat kontak dengan
proxy server daripada dengan server yang sebenarnya ketika user membuat suatu
permintaan; dan bagaimana memberitahukan proxy server, server asli yang mana
yang harus dibuatkan koneksi.
2) Proxy-aware operating system software.
Dengan pendekatan ini, sistem operasi yang dijalankan oleh user sudah harus
dimodifikasikan sehingga koneksi IP yang sudah diperiksa untuk apakah paket
tersebut harus dikirimkan kepada proxy server. Mekanisasi dari ini sangat
bergantung sekali pada runtime linking yang dinamis (kemampuannya untuk
memberikan library ketika program dijalankan).mekanisme ini tidak selalu
berjalan dengan mulus dan dapat gagal yang tidak wajar untuk user.
3) Proxy-aware user procedures. Pendekatan
ini pengguna menggunakan software client yang tidak mengerti bagaimana
me-proxy, dimana untuk berbicara (berkomunikasi) ke server proxy dan
memberitahukan proxy server untuk melakukan hubungan kepada server yang
sebenarnya daripada memberitahukan software klien untuk berkomunikasi secara
langsung ke server yang sebenarnya.
4) Proxy-aware router. Pendekatan yang
terakhir ini software yang klien gunakan tidak dimodifikasikan tetapi sebuah
router akan mengantisipasi koneksi dan melangsungkan ke proxy server atau proxy
yang diminta. Mekanisme ini membutuhkan sebuah router yang pintar disamping
software proxy (meskipun me-proxy dan me-rout tidak bisa tampil pada mesin yang
sama). Penggunaan Proxy Server dapat dijadikan solusi untuk melakukan screening
dan blocking di layer 7, dengan menggunakan proxy dapat menyaring paket-paket
berdasarkan policy yang dibuat, misalnya berdasarkan alamat web tertentu.
Blocking dengan proxy dapat dioptimalkan dengan menyaring alamat-alamat web
yang mengandung content pornography, kekerasan, virus atau trojan, ilegal
software dan sebagainya. URL yang tidak diperbolehkan mengakses ke jaringan
kita, baik paket data yang keluar atau paket data yang masuk.
Firewall merupakan suatu cara atau mekanisme yang
diterapkan baik terhadap hardware, software ataupun sistem itu sendiri dengan
tujuan untuk melindungi, baik dengan menyaring, membatasi atau bahkan menolak
suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan
jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya. Segmen tersebut dapat
merupakan sebuah workstation, server, router, atau local area network (LAN)
anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar