TIPE-TIPE FIREWALL
1 .Packet
Filtering Router
Packet Filtering diaplikasikan dengan cara mengatur
semua packet IP baik yang menuju, melewati atau akan dituju oleh packet
tersebut. Pada tipe ini packet tersebut akan diatur apakah akan di terima dan
diteruskan atau di tolak. Penyaringan packet ini di konfigurasikan untuk
menyaring packet yang akan di transfer secara dua arah (baik dari dan ke jaringan
lokal). Aturan penyaringan didasarkan pada header IP dan transport header,
termasuk juga alamat awal(IP) dan alamat tujuan (IP), protokol transport yang
di gunakan(UDP,TCP), serta nomor port yang digunakan. Kelebihan dari tipe ini
adalah mudah untuk di implementasikan, transparan untuk pemakai, relatif lebih
cepat.
Adapun
kelemahannya adalah cukup rumitnya untuk menyetting paket yang akan difilter
secara tepat, serta lemah dalam hal authentikasi. Adapun serangan yang dapat
terjadi pada firewall dengan tipe ini adalah:
§ IP address spoofing : Intruder (penyusup) dari
luar dapat melakukan ini dengan cara menyertakan/menggunakan ip address
jaringan lokal yang telah diijinkan untuk melalui firewall.
§ Source routing attacks : Tipe ini tidak
menganalisa informasi routing sumber IP, sehingga memungkinkan untuk membypass
firewall.
§ Tiny
Fragment attacks : Intruder membagi IP kedalam bagian-bagian (fragment)
yang lebih kecil dan memaksa terbaginya informasi mengenai TCP header. Serangan
jenis ini di design untuk menipu aturan penyaringan yang bergantung kepada
informasi dari TCP header. Penyerang berharap hanya bagian
(fragment) pertama saja yang akan di periksa dan sisanya akan bisa lewat dengan
bebas. Hal ini dapat di tanggulangi dengan cara menolak semua packet dengan
protokol TCP dan memiliki Offset = 1 pada IP fragment (bagian IP)
2.
Application-Level Gateway
Application-level Gateway yang biasa juga di kenal
sebagai proxy server yang berfungsi untuk memperkuat/menyalurkan arus aplikasi.
Tipe ini akan mengatur semua hubungan yang menggunakan layer aplikasi ,baik itu
FTP, HTTP, GOPHER dll.
Cara kerjanya adalah apabila ada pengguna yang
menggunakan salah satu aplikasi semisal FTP untuk mengakses secara remote, maka
gateway akan meminta user memasukkan alamat remote host yang akan di akses.Saat
pengguna mengirimkan useer ID serta informasi lainnya yang sesuai maka gateway
akan melakukan hubungan terhadap aplikasi tersebut yang terdapat pada remote
host, dan menyalurkan data diantara kedua titik. apabila data tersebut tidak
sesuai maka firewall tidak akan meneruskan data tersebut atau menolaknya. Lebih
jauh lagi, pada tipe ini Firewall dapat di konfigurasikan untuk hanya mendukung
beberapa aplikasi saja dan menolak aplikasi lainnya untuk melewati firewall.
Kelebihannya adalah relatif lebih aman daripada tipe
packet filtering router lebih mudah untuk memeriksa (audit) dan mendata (log)
semua aliran data yang masuk pada level aplikasi.
Kekurangannya
adalah pemrosesan tambahan yang berlebih pada setiap hubungan. yang akan mengakibatkan
terdapat dua buah sambungan koneksi antara pemakai dan gateway, dimana gateway
akan memeriksa dan meneruskan semua arus dari dua arah.
3.
Circuit-level Gateway
Tipe ketiga ini dapat merupakan sistem yang berdiri
sendiri , atau juga dapat merupakan fungsi khusus yang terbentuk dari tipe
application-level gateway.tipe ini tidak mengijinkan koneksi TCP end to end
(langsung).
Cara kerjanya : Gateway akan mengatur kedua hubungan
tcp tersebut, 1 antara dirinya (gw) dengan TCP pada pengguna lokal (inner host)
serta 1 lagi antara dirinya (gw) dengan TCP pengguna luar (outside host). Saat
dua buah hubungan terlaksana, gateway akan menyalurkan TCP segment dari satu
hubungan ke lainnya tanpa memeriksa isinya. Fungsi pengamanannya terletak pada
penentuan hubungan mana
yang di ijinkan.
Penggunaan tipe ini biasanya dikarenakan
administrator percaya dengan pengguna internal (internal users).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar